Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

LANGSUNG. CO. ID -JAKARTA.     Klien Jouska Financial Nusantara nampaknya harus bersabar.   Chief Executive Officer (CEO) dan founder Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno meminta perpanjangan waktu selama satu kamar hingga 1 September 2020.

CEO Jouska itu minta waktu buat menyusun strategi untuk dapat menyilih rugi para kliennya.   CEO Jouska   Aakar dalam email atau surat elektronik ke para klien Jouska memohon kebijaksanaan para-para kliennya untuk bisa memberikan waktu.

“Memohon kebijaksanaan para klien buat dapat memberikan waktu selambat-lambatnya hingga tanggal 1 September 2020 menggunakan surat perdamaian yang akan disampaikan, ” tulis Aakar, Senin (3/8).  

Aakar juga menyebut, permohonan waktu ini juga sudah diinformasikan ke Satgas Waspada Investasi   serta Asosiasi Perencana Keuangan Mandiri (Independent Financial Planner Club ataupun IFPC. Ia juga mengaku terus melakukan dialog dengan para konsumen sejak pertemuan dengan Satgas Waspada Investasi pada 24 Juli semrawut.  

Aakar juga minta maaf atas kerugian kliennya   akibat transaksi investasi saham. Permintaan maaf juga CEO Jouska Aakar sampaikan ke para pemegang saham, manajemen, dewan komisaris, dan seluruh karyawan Jouska.

“Saya dengan ini menginginkan maaf yang sebesar-besarnya kepada para-para klien atas kerugian yang dialami bersama pada portfolio investasi masing-masing, khususnya sehubungan dengan transaksi investasi saham, ” katanya.  

Pada surat yang sama, Aakar selalu mengucapkan terima kasih kepada para-para klien dan masyarakat yang sedang menaruh kepercayaan kepada manajemen buat menyelesaikan masalah ini. “Banyak keterangan yang menyudutkan dan tidak sah beredar sejak polemik muncul, ” ujarnya.  

Aakar mengaku mengalami bahwa polemik yang terjadi saat ini berpengaruh buruk kepada nama baik Jouska yang dibangun bersama-sama, termasuk mencederai kepercayaan para konsumen, termasuk masyarakat Indonesia.  

Ia juga meminta pengertian bila tidak dapat menanggapi isu-isu negatif yang beredar, termasuk yang berkaitan secara kehidupan pribadi serta  privacy-nya, demi kelancaran penyelesaian keluhan para klien Joucka.  

Yang pasti, sebelumnya Satgas Waspada Investasi Otoritas Bantuan Keuangan telah melakukan pemeriksaan terhadapJouska Finansial Indonesia. Hasilnya, Jouska sudah melakukan kegiatan usaha penasihat investasi atau manajer investasi tanpa izin. Dengan kata lain katanya, Jouska diduga melanggar UU Pasar Modal.

UU Nomor 8/1995 tentang Rekan Modal menyatakan: setiap pihak dengan melakukan kegiatan di pasar pangkal tanpa izin, persetujuan, atau pendaftaran diancam dengan pidana penjara menyesatkan lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Jika terbukti melakukan penipuan, manipulasi pasar, dan perdagangan orang pada, Jouska dapat dipidanakan dengan ancaman penjara paling lama sepuluh tarikh dan denda paling banyak Rp15 miliar.

 

 

 

 

 

DONASI, Mampu Voucer Gratis!
Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk mempersembahkan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong13deng –>
OTORITAS JASA KEUANGAN

gong13deng –>

Categories:Info
Published on :Posted on