Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Sumber: Reuters | Editor: S. S. Kurniawan

KONTAN. CO. ID –  BRUSSELS.   Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) mengatakan pada Rabu (7 April), telah menemukan kemungkinan hubungan antara vaksin virus corona AstraZeneca dan laporan kasus pembekuan darah yang sangat langka dalam orang yang telah memiliki vaksin itu.

Masalah keamanan telah mendorong bertambah dari selusin negara dalam beberapa pekan terakhir untuk menghentikan penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca, yang telah diberikan kepada puluhan juta orang di Eropa.

Siasat ini menyusul laporan yang mengaitkannya dengan gangguan pemekatan darah otak pada kaum lusin penerima.

Menteri Kesehatan Uni Eropa telah mendapat pemberitahuan, bahwa kesimpulan EMA tentang keamanan vaksin akan berdampak langsung dalam rencana vaksinasi dan memerlukan tanggapan yang terkoordinasi, suatu surat yang Reuters lihat menunjukkan.

Surat itu dikirim oleh Kantor Kepresidenan Portugal dari Uni Eropa pada Selasa (6 April) untuk mengundang menteri kesehatan tubuh menggelar pertemuan virtual luar biasa hari Rabu, yang mau diadakan segera setelah keputusan regulator obat Uni Eropa.

Mengucapkan Juga: Lebih besar mana, manfaat atau risiko AstraZeneca? Ini sahutan WHO

Pengumuman EMA merupakan kemunduran baru untuk vaksin virus corona AstraZeneca, dengan dijual dengan harga kaum dollar AS per ukuran, dan sejauh ini adalah yang termurah dan volume paling tinggi yang diluncurkan sejauh ini.

Sesudah digunakan secara ekstensif pada Inggris dan Eropa darat, vaksin virus corona AstraZeneca ditetapkan untuk menjadi program vaksinasi andalan di banyak negara berkembang.

Manfaat bertambah besar dari risiko

Para ahli mengatakan, bahkan jika hubungan kausal antara vaksin dan penggumpalan darah terbukti, risiko terhadap masyarakat umum untuk memperoleh pembekuan darah yang betul-betul semakin kecil dibanding efek dari kemungkinan infeksi virus corona.

Baik EMA dan Organisasi Kesehatan Negeri (WHO) menyatakan, manfaat vaksin virus corona AstraZeneca lebih besar ketimbang risikonya.

“Risiko kematian akibat COVID jauh lebih besar daripada risiko kematian akibat pengaruh samping langka ini, ” kata Direktur Eksekutif EMA Emer Cooke, Rabu, semacam dikutip Reuters.

Baca Juga: AS hentikan buatan vaksin AstraZeneca di bengkel Baltimore, ini penyebabnya


. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –> <! — prev ivs script

gong9deng –>
<! —

VAKSIN CORONA

gong9deng –>

Categories:Info
Published on :Posted on