Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

LANGSUNG. CO. ID – Terkadang,   orangtua akan mengguncang atau melempar bayi  untuk menyenangkannya. Memang terlihat menyenangkan, terlebih bahan hati biasanya akan tertawa setelah dilempar ke untuk.

Tahukah Anda, mengguncang tubuh bayi akan berpengaruh buruk pada kesehatannya? Konvensi tersebut bisa menyebabkan luka yang cukup parah walaupun dilakukan dengan hati-hati.

Shaken baby syndrome atau sindrom bayi terguncang, melansir dari Healthline, ialah cedera otak yang mampu dialami bayi yang mengalami guncangan yang keras.  

Mengayun, mengguncang, tenggat melempar bayi dapat menimbulkan kerusakan otak parah dalam bayi.   Soalnya, kepala dan leher bayi belum sempurna kuat sehingga merawankan mengalami cedera.  

Guncangan yang dialami bayi membuat otak mereka melanggar tempurung otak secara terus-menerus.   Akibatnya otak bakal lebam, membengkak, hingga berlaku pendarahan pada otak.

Selain cedera pada akal, mengguncang tubuh bayi bisa menimbulkan cedera pada tulang hingga mata mereka.  

Menangkap Juga: Tersebut 3 cara mudah menyalahi anak yang kecanduan gadget

Isyarat shaken baby syndrome

Bayi di bawah usia 2 tahun biasanya sering mengalami shaken baby syndrome . Umum sindrom ini terjadi kelanjutan sering dilempar ke pada saat sedang bermain dengan bayi.  

Orangtua biasanya menenangkan bayi dengan cara melemparnya ke berasaskan atau mengguncang bayi, tentu tindakan ini dilakukan dengan mengontrol tenaga.  

Meskipun sudah dengan gaya yang terkontrol, kebiasaan itu bisa mengakibatkan sindrom budak terguncang.

Bayi yang mengalami sindrom ini hendak menunjukkan gejala yang khas.   Mengutip  dari Mayo Clinic, berikut gejala budak yang mengalami shaken baby syndrome :

  1. Sering banyak cakap dan marah berlebihan
  2. Pelik untuk tetap terjaga 
  3. Masalah dalam pernapasan 
  4. Menunjukkan nafsu makan makan yang tidak indah
  5. Sering muntah
  6. Kulit beragam pucat atau kebiruan
  7. Kejang
  8. Kelumpuhan hingga koma

Bersumber sejak laman Ikatan Dokter Bujang Indonesia atau IDAI, shaken baby syndrome biasanya dibarengi dengan cedera mata dan cedera tulang.  

Mata buah hati mampu mengalami pendarahan retina dalam satu atau kedua ceroboh.   Sedangkan cedera terampil yang ditimbulkan akibat sering mengguncang bayi adalah patah tulang pada lengan, tungkai, dan iga.  

Untuk mencegah cedera tersebut, hindari melempar dan mengguncang tubuh bayi. Awasi pokok hati saat bermain bersama-sama orang lain agar terhindar dari kegiatan yang melahirkan shaken baby syndrome .  

<! —

gong2deng –>

Editor: Tiyas Septiana

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

Categories:Info
Published on :Posted on