Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – MELBOURNE. Harga minyak naik di awal perdagangan hari ini dan membalikkan kerugian yang didapat pada Senin (31/8). Sentimen penyokong harga emas hitam ini datang karena investor beralih ke aset berisiko dan keluar dari dolar Amerika Serikat (AS) yang merupakan safe-haven, yang turun ke level terendah lebih dari dua tahun.

Mengutip Reuters, Selasa (1/9) pukul 08.30 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent kontrak pengiriman November 2020 naik 27 sen, atau 0,6% menjadi US$ 45,55 per barel. 

Setali tiga uang, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Oktober 2020 naik 21 sen atau 0,5% menjadi US$ 42,82 per barel.

Baca Juga: Harga minyak mentah memanas, Goldman Sachs kerek proyeksi harga di akhir tahu

Kedua kontrak patokan turun sekitar 1% pada hari Senin lalu, di tengah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan minyak dengan permintaan global yang terjebak di bawah level sebelum pandemi virus corona berlangsung. 

Saat ini, indeks dolar AS turun 0,04% ke 92,146 terhadap sekeranjang mata uang, setelah mencapai level terendah sejak Mei 2018. The greenback diprediksi akan terus turun setelah perubahan kebijakan Federal Reserve AS pada inflasi yang diumumkan pekan lalu.

“Ini (perubahan kebijakan) benar-benar memperkuat fakta bahwa Anda melihat kurs riil negatif untuk AS yang tidak akan bagus untuk dolar AS. Tetapi itu bagus untuk komoditas,” kata Louis Crous, Chief Investment Officer BetaShares. 

Dolar AS yang melemah membuat minyak dan komoditas lain yang dihargai dalam dolar AS lebih menarik bagi pembeli global.

Secara keseluruhan, pasar tetap fokus pada pemulihan yang terhenti dalam permintaan bahan bakar karena negara-negara terus memerangi pandemi virus corona dengan penguncian Covid-19 yang bergulir, kata para analis.

“Ini telah menciptakan banyak ketidakpastian tentang apakah permintaan bahan bakar transportasi akan kembali normal,” kata Riset ANZ dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Harga emas spot stabil di US$ 1.968,98 per ons troi, menanti data manufaktur China

Menjelang rilis data stok AS dari grup industri American Petroleum Institute, jajak pendapat Reuters menemukan, analis memperkirakan stok minyak mentah AS turun sekitar 2 juta barel di pekan yang berakhir 28 Agustus.

Persediaan bensin terlihat turun 3,6 juta barel, sementara persediaan sulingan, yang meliputi solar dan minyak pemanas, diperkirakan turun 1,5 juta barel, menurut perkiraan enam analis yang disurvei oleh Reuters.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Categories:Info
Published on :Posted on