Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

KONTAN. CO. ID –  NEW DELHI . Ketika India mengalami lonjakan kasus virus korona (COVID-19) yang mengkhawatirkan minggu awut-awutan, rumah sakit dan sarana medis yang kewalahan sudah mendaatkan bantuan dari klan dan individu Muslim yang membantu pasien kritis secara pasokan oksigen dan tempat tempat tidur yang istimewa.

Pada hari Selasa, India melaporkan 323. 144 infeksi baru dengan mutlak lebih dari 17, 6 juta kasus, di kolong AS. Kementerian Kesehatan India juga melaporkan 2. 771 kematian dalam 24 tanda terakhir, dengan 115 orang India meninggal karena aib itu setiap jam. Para-para ahli mengatakan angka-angka tersebut sangat mungkin di bawah perhitungan.

Total infeksi meningkat dua kala lipat dalam 13 keadaan terakhir karena beberapa negeri bagian terus menderita noda tempat tidur dan suplai oksigen medis di rumah melempem.

Untuk mengatasi pengembangan jumlah, kelompok Muslim sudah mengubah masjid menjadi wahana perawatan COVID-19, seperti langgar Jahangirpura di negara arah barat kota Vadodara Gujarat. Itu diubah menjadi kemudahan 50 tempat tidur untuk merawat pasien yang menderita virus.

“Situasi COVID-19 di kota tidak molek dan orang-orang tidak mendapatkan tempat tidur di panti sakit, jadi kami memutuskan untuk membuka fasilitas buat memberikan bantuan kepada orang-orang, ” kata Irfan Sheikh, pengawas masjid, kepada Arab News.

Baca Juga: Dua staf diplomatik AS di India meninggal akibat Covid-19, 100 orang bertambah positif

“Dalam beberapa hari setelah pembukaan fasilitas, seluruh 50 tempat tidur terisi sehingga Anda bisa membayangkan tekanan seperti apa yang dialami rumah sakit, ” tambahnya.

Sheikh mengucapkan fasilitas itu dapat menaikkan 50 tempat tidur lagi jika pasokan oksigen dapat diandalkan.

Gujarat, negeri bagian asal Perdana Gajah Narendra Modi, adalah salah satu negara bagian dengan paling parah terkena pengaruh di India. Ini mengadukan hampir 1. 500 kejadian dan lebih dari 150 kematian pada hari Selasa.

Kota-kota besar lainnya juga menyaksikan pemandangan kacau di rumah sakit tatkala puluhan ambulans menunggu pada antrian berjam-jam di luar fasilitas. “Kami menghadapi kesulitan dalam pasokan oksigen dan masjid telah membuka ruangnya untuk melayani umat manusia yang menderita, ” logat Sheikh.

Masjid Darool Uloom di kota yang sama juga membuka pintunya untuk 142 ranjang yang dilengkapi dengan oksigen karena 20 perawat dan 3 dokter berada di letak. “Kami dapat membuat wahana COVID-19 1. 000 wadah tidur, tetapi pasokan oksigen menjadi kendala, ” cakap Ashfaq Malek Tandalja, anggota komite pengelola masjid, pada Arab News.

 

<! —

gong2deng –>

Editor: Handoyo.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

Categories:Info
Published on :Posted on