Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono triatmojo

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA. Insiden terjadi pada kapal tanker liquefied natural udara (LNG) Aquarius milik Heru Hidayat, tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri. Sumber LANGSUNG menyebutkan, terjadi kebocoran dalam pipa steam di kapal itu, Sabtu (17/4) cepat.

Zaman insiden terjadi, kapal itu sedang beroperasi meski di status sitaan Kejaksaan Utama Republik Indonesia dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri. Status sita kapal tanker LNG Aquarius diumumkan oleh Leonard Eben Ezer Simanjuntak selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Luhur RI pada 10 Februari 2021 lalu, lewat siaran pers Nomor: PR – 117 /K. 3/Kph. 3/02/2021.

Menggunakan siaran persnya, Leonard membuktikan Tim Jaksa Penyidik di Direktorat Penyidikan Jaksa Utama Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejagung telah menyita beberapa barang data terkait perkara korupsi Asabri.

Baca Juga: Genjot Kredit, Bank Memberikan Pendampingan UMKM

Salah satu barang bukti yang disita Kejagung dari tersangka Heru Hidayat satu kapal LNG Aquarius atas nama PT Hanochem Shipping.

Menunjuk laporan keuangan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) per 30 September 2019, sebanyak 51% saham Hanochem Shipping dimiliki oleh TRAM. Adapun Heru Hidayat adalah pemilik TRAM, yang selalu menjabat sebagai Komisaris Pati.

LANGSUNG mengkonfirmasi insiden tersebut pada Heru Prasetyo Kriestiantho, sebagai perwakilan Hanochem Shipping dalam bagian pengoperasionalan kapal. Heru Prasetyo menyatakan, saat tersebut kondisi kapal sudah mampu dikendalikan, meski belum bisa dioperasikan secara penuh.

Lantas mengapa meski dalam status sita Kejaksaan Agung, Hanochem  Shipping tetap mengoperasikan kapal LNG Aquarius? “Mohon tanyakan ke pihak Kejaksaan untuk lebih jelasnya, ” kata Heru Prasetyo, kepada KONTAN, Minggu (18/4).

Categories:Info
Published on :Posted on