Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Sumber: Reuters | Editor: S. S. Kurniawan

KONTAN. CO. ID –  LONDON. Sarjana Inggris sedang meneliti, apakah penyaluran cepat virus corona baru dalam Inggris Selatan berasal dari varian baru terkait dengan mutasi utama yang telah mereka deteksi.

Mutasi tersebut termasuk perubahan pada zat putih telur “lonjakan” penting yang virus corona baru gunakan untuk menginfeksi sel manusia, menurut sekelompok ilmuwan Inggris yang melacak genetika virus.

Namun, belum jelas, apakah ini yang membuatnya lebih menular.

“Upaya padahal dilakukan untuk memastikan, apakah salah satu mutasi ini berkontribusi pada penambahan penularan, ” kata ilmuwan daripada Konsorsium Genomics Covid-19 Inggris (COG-UK) dalam pernyataan Selasa (15/12), serupa dikutip Reuters .

Baca Juga: WHO selidiki kemunculan COVID-19 jenis baru di Inggris

Varian baru, yang oleh para ilmuwan Inggris dinamai “VUI-202012/01” mencakup mutasi di daerah genom virus yang mengkode protein lonjakan, yang secara teori mampu menyebabkan virus corona menyebar bertambah mudah di antara manusia.

Negeri Inggris pada Senin (14/12) mengutarakan, peningkatan infeksi baru mungkin beberapa terkait dengan varian baru virus corona, yang memindahkan London serta banyak daerah lain ke level tertinggi pembatasan COVID-19.

Tidak ada bukti

Pada 13 Desember lalu, 1. 108 kasus virus corona dengan varian baru telah teridentifikasi, terutama pada Inggris Selatan dan Timur, patuh Public Health England (PHE) di dalam sebuah pernyataan.

Tetapi, saat itu tidak ada bukti bahwa varian tersebut lebih mungkin menyebabkan infeksi Covid-19 yang parah, para ilmuwan mengatakan, atau itu akan melaksanakan vaksin menjadi kurang efektif.

“Kedua pertanyaan tersebut membutuhkan studi lebih lanjut yang dilakukan dengan cepat, ” ujar para ilmuwan COG-UK.

Baca Juga: Infeksi tembus 70 juta, ini 10 negara dengan kasus virus corona tertinggi di negeri


. bg-color-linkedin background-color: #0072b1; /*artikel selanjutnya popup */. article__flex position: fixed;bottom: 60px;z-index: 9;display: -ms-flexbox;display: flex; background: #fff;box-shadow: 0 0 6px rgba(0,0,0,.2);flex-wrap: nowrap; border-radius: 5px;overflow: hidden;height: 70px;. article__box flex-grow: 1;position: relative; width: calc(100% – 70px);padding: 15px 15px 0 10px;display: -ms-flexbox; display: flex;flex-wrap: wrap;align-items: center;align-content: center;. article__img img. imej width: 90px !important; height: 70px !important; object-fit: cover; . article__subtitle position: absolute;top: 10px;left: 10px;display: block; width: calc(100% – 80px);overflow: hidden;font-size: 10px;line-height: 1;color: #2a2a2a;. article__title a. article__link display: block; font-family: Roboto,sans-serif; line-height: 1.3; color: black; letter-spacing: 0px;. article__title a: hover color: #f38d21;. article__title display: block;font-size: 14px;font-weight: 700;color: #000; height: auto;max-height: 37px;overflow: hidden;. showHide display:none; @media only screen and (min-width: 800px) .article__flexbottom: 99px; max-width: 607px; height: 85px; .article__subtitle font-size: 12px; .article__title display: block;font-size: 18px;max-height: none; .article__img img.imejwidth: 110px !important; height: 85px !important; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; /*END OF- artikel selanjutnya popup */

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –>
<! —

VIRUS CORONA

gong9deng –>

Categories:Info
Published on :Posted on