Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Reporter: Noverius Laoli, SS. Kurniawan | Editor: S. S. Kurniawan

KONTAN. CO. ID –  Porang semakin jadi primadona petani di Indonesia. Bagaimana tidak? Tanaman yang dulu dianggap sebagai tumbuhan liar bisa membuat banyak petani menjadi miliarder.  

Tak heran, sekarang  semakin banyak petani di sejumlah daerah yang membudidayakan porang. Apalagi, di pasar ekspor, umbi porang yang diolah jadi tepung banyak dicari.

Ketut Sukarya, misalnya. Petani kopi asal Tabanan, Bali, ini sekarang juga membudidayakan porang. “Dulu memang banyak tumbuh liar di kebun, ” katanya kepada Kontan. co. id beberapa waktu lalu.

Menurut dia, saat ini banyak petani kopi di daerahnya yang membudidayakan porang. Sebab, petani nyaris tidak perlu merawat apalagi memberi pupuk tanaman umbi-umbian dengan nama sains Amorphophallus muelleri itu.

Baca Juga: Pernah Jadi Pemulung, Kini Paidi Sukses Menjadi Miliarder Porang

Yang punya duit berlebih, Ketut mengungkapkan, menyewa lahan berhektare-hektare untuk ditanami porang. “Harga jualnya saat ini Rp 8. 000-10. 000 per kilogram, ” ujarnya yang juga menjual bibit porang.  

Mengutip Kompas. com , Idris Tampubolon, petani dan pakar porang dari Porang Sleman Boy, mengungkapkan, dengan lahan satu hektare dan modal Rp 360 juta, bisa menghasilkan Rp 3 miliar dalam dua musim atau 18 bulan.

Di beberapa daerah di Jawa, tanaman porang dikenal dengan nama iles-iles. Porang biasanya dimanfaatkan dengan diolah menjadi tepung yang dipakai untuk bahan baku industri untuk kosmetik, pengental, lem, hingga mie ramen.

“Umbi porang dapat diolah dan dimanfaat sebagai bahan baku pembuatan beras porang, konyaku, dan tepung porang. Petani harus paham syarat tumbuh dan cara budidaya porang untuk mendapatkan hasil panen yang baik, ” ungkap Muhajie, praktisi agribisnis porang.

Meningkatkan kesejahteraan petani 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, porang merupakan komoditas pertanian yang sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani.  

Baca Juga: Kementan dukung pengolahan dan pemasaran porang di Banyumas


. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –> <! — prev ivs script

gong9deng –>
<! —

AGRIBISNIS

gong9deng –>

Categories:Info
Published on :Posted on