Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA . Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menginginkan agar koperasi-koperasi nelayan di Indonesia mulai serius log in dalam skala bisnis dengan fokus konsolidasi sektor hulu hingga hilir.

“Koperasi jika ingin maju diharuskan memiliki skala bisnis, yaitu mengolah ikan, memiliki rumah produksi, serta bermitra dengan industri besar sebagai offtaker untuk menyerap produk perikanan tersebut, ” tutur Teten siaran pers yang diterima Kontan. co. id pada Minggu (4/10).

Pada awal Oktober lalu, Teten sempat mengujungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar dan berdialog dengan Pengurus serta anggota Koperasi Mina Blambangan, di Banyuwangi, Jawa Timur.

Teten mengatakan, nelayan juga harus bertransformasi dari bekerja secara perorangan oleh skala ekonomi kecil menjadi berkelompok dan berkoperasi agar menjadi kuat. Apalagi, menurut Teten, Muncar adalah sentra perikanan nomor dua terbesar di Indonesia dengan karakteristik nelayan yang tangguh.

“Muncar ini nissan sentra perikanan nomor dua di Indonesia, nelayannya tangguh tapi masih kategori nelayan kecil. Karena itu anda dorong harus transformasi menjadi berkelompok dan berkoperasi agar menjadi kuat dan hebat. Di sini juga ada koperasi nelayan, tapi catatan kami koperasinya masih berkutat soal retribusi pelelangan. Harusnya masuk ke bisnis utama, ” ucap Teten.

Baca Juga: Masih ada kesempatan daftar BLT UMKM Rp 2, 4 juta, catat syaratnya

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) tengah fokus untuk memperkuat koperasi-koperasi sektor produktif di Philippines, termasuk koperasi nelayan, untuk peningkatkan kesejahteraan nelayan.

Pihaknya juga ditugaskan Presiden karena banyak informasi tangkapan nelayan tidak terserap meski ekspor masih bagus. Hal itu dikarenakan konsumsi sedang menurun sehingga serapan kurang bagus.

KemenKopUKM bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB — KUMKM) siap membantu memberikan pembiayaan kepada koperasi nelayan di Muncar, dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk mendesain Muncar menjadi kekuatan ekonomi produktif sektor perikanan.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengatakan, potensi perikanan di Banyuwangi, khususnya Muncar sangat bagus. Bahkan di masa pandemi saat ini produksi tangkapan nelayan justru naik. Hanya saja, dibutuhkan model bisnis agar hasil tangkapan nelayan tidak saja dijual mentah, tetapi juga diolah untuk mendapatkan nilai tambah secara ekonomi.

Azwar Anas juga mengapresiasi perhatian dan bantuan dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, terhadap nelayan dan pelaku UMKM pada Banyuwangi. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi siap mendukung program-program tuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku UMKM.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Kamu akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas lalu bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong9deng –>
KOPERASI

gong9deng –>

Categories:Info
Published on :Posted on