Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA . Program digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) kembali meleset dari target. Meski target penyelesaian sudah direvisi hingga empat kali, tapi digitalisasi pada 5. 518 SPBU Pertamina hingga kini belum tercapai.

Kepala Badan Pengurus Hilir Minyak dan Gas Dunia (BPH Migas) Fanshurullah Asa menjabarkan, hingga 12 September 2020 jumlah SPBU yang terpasang Automatic Tank Gauge (ATG) masih sebanyak 5. 058 SPBU atau 91, 66% dari jumlah SPBU yang ditargetkan. Sedangkan SPBU yang sudah mampu mencatatkan nomor polisi (nopol) melalaikan Electronic Data Capture (EDC) sebesar 3. 183 SPBU (57, 68%).

Sementara jumlah SPBU yang telah selesai terintegrasi dengan pusat keterangan, sehingga dapat ditampilkan melalui dashboard transaksi digitalitasi baru sebanyak 3. 575 SPBU atau 64, 79% sejak target.

“Dengan tingkat kepatuhan input nopol kendaraan seluruh SPBU sama baru mencapai 39%, ” sekapur Fanshurullah dalam Rapat Dengar Kaidah yang digelar Komisi VII DPR RI, Selasa (15/9).

Baca Juga: Pertamina buka opsi perluas potongan nilai Pertalite di daerah Jawa-Bali

Padahal, Fanshurullah menghargai program digitalisasi SPBU ini penting untuk meningkatkan akuntabilitas data pembagian BBM, khsuusnya bagi SPBU dengan menyalurkan Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi jenis solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau BBM jenis Premium.

“Sehingga bisa tepat sasaran & tepat volume, terutama pada BBM subsidi solar dan BBM penugasan atau premium, ” ujar Fanshurullah.

Adapun, program digitalisasi SPBU tersebut dibangun oleh PT Pertamina (Persero) yang bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia yang dimulai sejak 31 Agustus 2018.

Fanshurullah menjelaskan, target awal program ini sebenarnya mampu selesai di tahun yang setara, yakni 31 Desember 2018. Tetapi, target untuk mendigitalisasi 5. 518 SPBU itu tidak tercapai.

Baca Juga: Harga Pertalite di Tangsel turun, tak akan ungkit daya kulak

Jadwal pengerjaan pun direvisi menjadi 28 Juni 2019, namun kembali tidak lengkap. Revisi kedua dilakukan dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2019, tapi kembali molor. Lalu, ada revisi ketiga yang ditargetkan siap 30 Juni 2020.

Pertamina & Telkom belum bisa merampungkan kalender tersebut sehingga ada revisi keempat yang ditarget selesai pada Agustus 2020, namun target itu biar kembali tidak tercapai.

“Sejak dimulai pada 31 Agustus 2018, agenda ini telah mengalami empat kali revisi target penyelesaian, dari tumpuan 31 Desember 2018 sampai secara target revisi keempat pada Agustus 2020, ” pungkas Fanshurullah.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menampilkan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong9deng –>
SPBU

gong9deng –>

Categories:Info
Published on :Posted on