Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Dua atau tiga bulan setelah krisis COVID-19, Penggali Kubur Mumbai Sayyed Munir Kamruddin berhenti memakai alat penjaga diri dan sarung lengah.

“Saya tidak gamang COVID, saya bekerja dengan keberanian. Ini semua tentang keberanian, bukan tentang ketakutan, ” kata pria berusia 52 tahun itu, yang telah menggali kuburan di kota selama 25 tahun.

India berada di tengah aliran kedua infeksi virus corona yang telah melihat setidaknya 300. 000 orang dinyatakan positif setiap hari semasa seminggu terakhir, dan total kasusnya meningkat melewati 18 juta.

Sistem kesehatan dan krematorium kewalahan. Dalam Delhi, ambulans telah membawa jenazah korban COVID-19 ke krematorium darurat di rajin dan tempat parkir, di mana jenazah dibakar dalam barisan kayu bakar.

Baca Serupa: Brasil siap negara kedua dengan nilai kematian Covid-19 melampaui 400. 000 jiwa

Kamruddin mengucapkan dia dan rekan-rekannya berfungsi sepanjang waktu untuk menyimpan korban COVID-19. “Ini satu-satunya tugas kami. Mengambil jenazah, mengeluarkannya dari ambulans, & kemudian menguburkannya, ” katanya, seraya menambahkan bahwa tempat belum pernah libur di dalam setahun.

Meskipun saat ini di tengah bulan puasa umat Islam pada bulan Ramadan, Kamruddin mengucapkan kepada Reuters bahwa dia mencoba pekerjaan dan iklim yang panas membuatnya tidak bisa berpuasa.

“Pekerjaan saya sangat keras, ” katanya. “Saya merasa haus akan air. Saya menetapkan menggali kuburan, menutupinya secara lumpur, perlu membawa mayat. Dengan semua pekerjaan itu, bagaimana saya bisa berpuasa? ”

Namun anutan Kamruddin membuatnya terus berdiam, dan dia tidak mengharapkan bantuan dari pemerintah pada waktu dekat. “Kepercayaan kami pada masjid kami benar kuat, ” katanya. “Pemerintah tidak akan memberi awak apapun. Kami bahkan tidak menginginkan apa pun sejak pemerintah, ” terangnya.

 

<! —

gong2deng –>

Editor: Handoyo.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

Categories:Info
Published on :Posted on