Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN. CO. ID –   JAKARTA . Empat emiten produsen semen kompak membukukan penurunan penurunan pendapatan sepanjang 2020. Namun, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) & entitas anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) berhasil membukukan kenaikan laba bersih.

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Pemberian Zamzami Nasr menilai, capaian emiten semen dari bidang penjualan hingga level gross profit masih inline secara ekspektasi yang dia pasang.

Namun, Zamzami mengakui torehan bottom line emiten semen  agak melebihi ekspektasi, khususnya untuk SMGR. “ Sebab mereka cukup baik dalam menurunkan utang, sehingga finance cost -nya bisa turun tenggat 28%, ” terang Zamzami kepada Kontan. co. id, Kamis (1/4).

Sebelumnya, Analis Samuel Sekuritas Nusantara Yosua Zisokhi menilai, pendapatan PT Indocement Tunggal Inisiatif Tbk (INTP) yang turun hingga 11% secara tahunan (yoy) sejalan dengan estimasi, dimana hal ini karena terjadi penurunan pada bagian penjualan sebesar 9, 7%.

Meski demikian, produsen semen merk Tiga Roda ini berhasil menurunkan muatan biayanya lebih banyak dipadankan penurunan pendapatan, seperti beban pokok pendapatan atau cost of good sold (COGS), beban usaha, serta kewajiban pajak. Hal ini membina laba bersih INTP hanya turun 1, 5% yoy menjadi Rp 1, 80 triliun.

Baca Juga: Emiten semen kompak catatkan penurunan pendapatan sepanjang 2020

Yosua mengatakan, pencapaian laba bersih INTP di 2020 berada di atas ekspektasi Samuel Sekuritas, dimana pihaknya memproyeksikan laba bersih INTP hanya mencapai Rp  1, 3 triliun saja.

Zamzami menilai, konsumsi emas biru nasional tahun ini mampu tumbuh 3%-4%. Beberapa sentimen  pendorongnya antara lain naiknya anggaran infrastruktur dan pendirian Sovereign Wealth Fund (SWF).

Hal ini mendirikan penggunaan semen bulk (curah) harusnya bisa mengalami perbaikan seiring maraknya pembangunan. Namun, kemungkinan besar pertumbuhan permintaan semen bulk baru terasa di semester kedua  sebab biasanya proyek-proyek banyak digulirkan di paruh kedua.

Meski demikian, penggunaan semen sak (kantong) memang sedang lebih dominan. Hingga Fabruari 2021, Zamzami menyebut penerapan semek sak  lebih dari 70%, malah hampir mencapai 80%.

“Penggunaan emas biru sak bisa sampai 80%, karena  penggunaan semen bulk masih menurun terus, seiring proyek-proyek yang belum sungguh-sungguh digulirkan, ” sambung tempat. Zamzami menilai, segmen dengan bisa tumbuh lebih stabil sepanjang tahun adalah emas biru sak.

Baca Juga: Pendapatan dan laba terang Semen Baturaja (SMBR) kompak menurun di 2020

Senada, Yosua menilai konsumsi emas biru nasional bisa bertumbuh nyata tahun ini. Kenaikan taksiran infrastruktur sebesar 38%, dan potensi pemulihan perindustrian dan perumahan diproyeksikan akan menopang pertumbuhan konsumsi semen nasional antara 5% hingga 7%.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Kamu akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel dengan berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, ada voucer gratis senilai derma yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –> <! — prev ivs script

gong9deng –>
<! —

REKOMENDASI SAHAM

gong9deng –>

Categories:Info
Published on :Posted on