Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

ILUSTRASI. Menteri Keuangan AS Janet Yellen saat menghadiri acara di Washington, AS. 13 Desember 2017. REUTERS/Jonathan Ernst TPX IMAGES OF THE DAY

Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN. CO. ID – PARIS/WASHINGTON.     Gagasan pemberlakuan kisaran minimal untuk tarif pajak penghasilan badan yang berlaku global kembali berpadu. Adalah Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang kembali menghidupkan wancana yang dipercaya mampu menghentikan kecenderungan di penuh negara untuk berlomba memotong tarif pajak penghasilan

Menteri Keuangan AS Janet Yellen, awal pekan ini, menyatakan Jati Paman Sam akan bekerjasama dengan negara-negara anggota G20 untuk merumuskan tarif bea penghasilan minimum bagi perusahaan berskala global. Rencana itu bisa membuka jalan bagi kesepakatan yang telah periode dinanti-nanti, yaitu pembaruan petunjuk pajak internasional.

Mengucapkan Juga: Kadin optimistis ekonomi Indonesia muncul positif tahun ini, barang apa alasannya?

Mengapa tarif minimum diperlukan?

Negara-negara ekonomi tinggi ingin mencegah perusahaan multinasional mengalihkan laba, dan tentu, pendapatan kena pajaknya, ke negara-negara yang memberlakukan bayaran pajak lebih rendah. Pengalihan itu dilakukan tanpa tahu tempat di mana penghasilan tersebut dicetak.

Semakin banyak perolehan korporasi global, yang datang dari aset tidak nyata, seperti paten obat, unit lunak, dan royalti atas kekayaan intelektual, yang pindah ke yurisdiksi dengan beban pajak rendah. Langkah tersebut dilakukan korporasi global untuk menghindari kewajiban pembayaran pajak yang lebih tinggi di negeri asal mereka.

Pemerintahan GANDAR di bawah Presiden Joe Biden berharap tarif pajak minimum yang disepakati banyak negara akan menghentikan niat erosi basis pajak. Serta di saat bersamaan, perusahaan global asal AS tidak mengalami kerugian finansial, sehingga tetap dapat bersaing di inovasi, infrastruktur dan tanda lainnya.

Upaya AS untuk menangkap pendapatan yang hilang ke surga pajak sudah dimulai sejak era Donald Trump, yang memberlakukan tarif pajak yang lebih rendah bagi perusahaan AS yang jalan secara global pada tarikh 2017. Tarif pajak Global Intangible Low Taxed Income (GILTI) hanya 10, 5%, setengah dari tarif pajak untuk perusahaan domestik.

Baca Juga: Pandemi dan stimulus ekonomi tentukan besaran defisit perkiraan pada 2023

Apa saja cakupan pajak global?

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi serta Pembangunan (OECD) yang berbasis di Paris telah mengupayakan negosiasi pajak di antara 140 negara selama bertahun-tahun. Proses yang dimotori OECD itu berupaya untuk menetapkan aturan pajak bagi layanan digital lintas batas berikut upaya mengekang erosi dasar pajak, dan menetapkan kisaran tarif pajak penghasilan minimum bagi perusahaan global.

Negara-negara OECD dan G20 menargetkan kedua tujuan tersebut bisa tercapai di pertengahan tahun. Pembahasan tentang tarif minimum untuk perusahaan global secara teknis lebih sederhana dan tidak menimbulkan perdebatan politik.

OECD memperkirakan tambahan pajak penghasilan yang harus dibayar perusahaan-perusahaan ijmal berada di kisaran US$ 50 miliar – US$ 80 miliar, apabila ke-2 tujuan tersebut tercapai. &, pajak minimum akan membantu bagian terbesar dari tambahan pajak tersebut.

Categories:Info
Published on :Posted on