Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Polemik urusan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus berlanjut. Kejaksaan Agung di dalam persidangan menuntut vonis tertinggi yaitu penjara seumur hidup bagi para terdakwa.

Bahkan diantara para tersangka diminta untuk mengembalikan kerugian negeri. Industri asuransi menilai hal tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi karakter di industri.

Direktur Eksekutif Koalisi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar menyatakan percaya pada proses penyidikan dan pengadilan yang telah berlangsung mengenai hal tersebut. Proses hukum itu telah memikirkan semua fakta dan bukti terkait dengan kasus Jiwasraya.

Baca Juga: Pengaruh hukum Bentjok: Kami akan bekerja misteri kasus Jiwasraya di persidangan

Ia meminta putusan hakim diharapkan bisa mengklarifikasi hal-hal yang sudah menjadi pembahasan umum sebelumnya. Jika memang tersedia kesalahan yang telah dilakukan oleh sebab itu konsekuensi hukum juga akan benar.

“Setidaknya akan menjadi pelajaran & introspeksi bagi semua pihak dalam industri asuransi agar proses bisnis selalu berdasarkan tata kelola yang baik ( good corporate governance ). Ini tidak hanya kepada pelaku jasa asuransi, namun semua stakeholder termasuk regulator dan masyarakat, ” ujar Dody kepada Kontan. co. id pada Jumat (16/10).

Begitupun dengan Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu tidak mau menganjurkan komentar terkait tuntutan dari jaksa penuntut umum. Namun ia yakin persoalan ini bisa menjadi kursus bagi para pelaku industri asuransi.

“Peristiwa ini wajib menjadi menjawab serius bagi perusahaan-perusahaan, apa pun industrinya bukan hanya asuransi, dalam mengelola keuangan maupun aset dibanding BUMN atau pemerintah, agar tidak terjadi kerugian negara dalam pengelolaannya, ” papar Togar kepada Kontan. co. id pada Jumat (16/10).

Baca Juga: Dituntut penjara seumur hidup, ini kata pihak Heru Hidayat

Kementerian Pranata Usaha Milik Negara (BUMN) serupa angkat bicara. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan telah terdapat empat terdakwa yang memperoleh vonisnya seumur hidup.

“Bagi ana kementerian bahwa ini adalah kiprah sangat positif dan menunjukkan keseriusan tidak hanya dari kami di Kementerian BUMN tapi dari sisi aparat hukum. Vonis ini yang merupakan vonis yang belum pernah terjadi juga, adanya vonis sampai seumur hidup untuk kejahatan korporasi, ” papar Arya seperti dikutip dari unggahan videonya pada Jumat (16/10).

SEDEKAH, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Kamu akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai peribahasa terimakasih atas perhatian Anda, ada voucer gratis senilai donasi dengan bisa digunakan berbelanja di LANGSUNG Store.

–> Video Pilihan gong9deng –>
GAGAL BAYAR JIWASRAYA

gong9deng –>

Categories:Info
Published on :Posted on