Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Pandemi Covid-19 memukul telak perusahaan pembiayaan. Selain harus merestrukturisasi pembiayaan terkena dampak pandemi, permintaan pembiayaan baru masih lemah kelanjutan ekonomi lesu.

“Di Industri Keuangan Non Bank, hingga Agustus 2020 pertumbuhan piutang pembiayaan masih mencantumkan kontraksi yang cukup dalam yakni -12, 86%yoy dengan non performing financing 5 , 2%. Sedangkan gearing ratio masih terjaga rendah 2, 4kali dibawah threshold 10 kali, ” ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Kebaikan Keuangan (OJK) Wimboh Santoso pekan lalu.

Adapun realisasi pembiayaan multifinance hingga Agustus 2020 senilai Rp 391, 96 triliun. Sedangkan pada Agustus 2019 senilai Rp 449, 80 triliun.

PT BCA Finance juga mengalami tekanan pandemi. Eksekutif Utama BCA Finance Roni Haslim menyatakan pembiayaan baru hingga Agustus 2020 senilai Rp 10, 24 triliun. Nilai itu turun 53% yoy dibandingkan periode sama tarikh lalu sebesar Rp 21, 9 triliun.

Baca Selalu: Indonesia dorong kegiatan sama pembiayaan infrastruktur dengan ASEAN

“Penunan tersebut merata di semua cabang awak. Kami perkiraan pembiayaan baru tarikh ini hanya Rp 16 trilun. Turun hampir setengah dari pencapain tahun lalu sebanyak Rp 33, 4 triliun, ” ujar Roni kepada Kontan. co. id, Senin (5/10).

Rendahnya proyeksi pembiayaan tenggat akhir tahun lantaran perusahaan tahu permintaan pembiayaan baru masih lemas. Kendati demikian, Roni bilang kongsi berhasil memperbaiki rasio pembiayaan bermasalah.

“Non performing financing pada Juli 2020 di level 2, 08% dan membaik pada Agustus 2020 di posisi 1, 79%, ” tutur Roni.

Direktur Utama PT BNI Multifinance Hasan Gazali membuktikan pembiayaan baru hingga Agustus 2020 mencapai Rp 466 miliar. Ukuran itu turun 44, 85% yoy dibandingkan Agustus 2019 sebesar Rp 845 miliar.

“Turun karena dampak corona dan sebagian kreditur berangkat menahan pencairan kredit. Hingga zaman ini, permintaannya dari kantor induk nasabah yang ada di Jakarta namun proyeknya ada di letak proyek yang tersebar di semesta Indonesia, ” tutur Hasan kepada Kontan. co. id.

Hasan merinci hingga Agustus 2020, pembiayaan gres BNI Multifinance ditopang pembiayaan investasi senilai Rp 268, 84 miliar. Lalu diikuti oleh pembiayaan pangkal kerja sebesar Rp 144, 27 miliar.

Kemudian ada pembiayaan multiguna sejumlah Rp 43, 53 miliar. Terakhir pembiayaan operating lease senilai Rp 9, 42 miliar. Hasan memproyeksi realisasi pembiayaan akhir tahun sebesar Rp 663 miliar.

Eksekutif PT Mandiri Tunas Finance Harjanto Tjitohardjojo juga menyatakan pembiayaan maka September 2020 senilai Rp 12, 3 triliun, turun 40, 58% yoy dibandingkan September 2019 yang senilai Rp 12, 3 triliun.

Baca Juga: OJK merilis aturan gres bagi industri keuangan non bank

“Hingga September 2020, area yangg masih jalan pertumbuhan di Kalimantan. Segmen corporate agak turun pembiayaannya. Sedangkan pembiayaan pada sektor ritel mulai membaik, ” ujar Harjanto kepada Langsung. co. id.

Kendati secara tahunan turun, Harjanto bilang secara bulanan pembiayaan MTF masih terus lahir. Bila pada Mei 2020 pembiayaan hanya Rp 460 miliar, terangkat menjadi Rp 527 miliar dalam Juni 2020.

Kenaikan itu tetap terjadi hingga Juli 2020, sebanyak Rp 922 miliar. Kemudian naik ke Rp 1, 1 triliun dan pada September 2020 pembiayaan baru sebesar Rp 1, 29 triliun.

Ia memproyeksi pembiayaan mematok akhir tahun senilai Rp 17 triliun. Nilai itu masih pada bawah realisasi pembiayaan di 2019 sebesar Rp 28, 5 triliun.

 

DONASI, Mampu Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menampilkan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang mampu digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong11deng –>
INDUSTRI PEMBIAYAAN

gong11deng –>

Categories:Info
Published on :Posted on